Mensos Sosialisasikan KKS dan E-Warung

Mensos Sosialisasikan KKS dan E-Warung

JAKARTA – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan program Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) merupakan kartu pertama di dunia yang mengintegrasikan bantuan sosial dan subsidi yang memiliki fitur saving account dan e-warung.

Hal itu disampaikan Mensos di hadapan 50 pemuda yang menjadi peserta Sekolah Pemimpin Muda Kader Bangsa Fellowship Program (KBFP) di Taman Makam Pahlaman (TMP) Utama, Kalibata Jakarta, Rabu (2/8).

Landasan dikeluarkannya kebijakan ini, menurut Mensos, adalah untuk membangun kesetaraan perlakuan bagi masyarakat, terutama masyarakat yang kurang mampu.

“Program ini saya usulkan untuk masuk ke dalam pidato Presiden (17 Agustus). Karena ini (KKS) merupakan format pertama di dunia menurut World Bank,” kata Khofifah.

Menurutnya, setiap turun ke daerah dirinya selalu memotivasi masyarakat bahwa setiap warga negara memiliki hak dan posisi yang sama di negeri ini.

Pemerintah tengah melakukan revolusi kepemimpinan, revolusi kebijakan dan pemberdayaan melalui program E-Warung. Masyarakat di daerah yang selama ini minder, mengalami ketidaksetaraan perlakuan, melalui program ini harus “naik kelas”menjadi warga yang melek teknologi yang bisa me-manage komunitas.

“E-Warung kini baru 44 kota. Tahun 2018 akan menyasar 98 kota dan 300 kabupaten. Dulu warga yang ngomong pun ga berani, kini Komandan e-warung harus memanage 500-1.000 anggota penerima program, yang gaptek harus melek teknologi, harus bisa mengaplikasikan android, harus berkomunikasi dengan pimpinan cabang bank,”paparnya.

Pemerintah memang mengolaborasikan penyaluran dana bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dengan layanan warung non tunai atau E-Warung agar penyaluran bantuan bisa lebih efektif dan efesien.

Dengan begitu, bantuan pemerintah tidak lagi disalurkan ke masyarakat dalam bentuk uang tunai, melainkan berupa bantuan bahan pokok. Beberapa kebutuhan pokok yang bisa didapatkan oleh masyarakat di e-warung yakni beras, gula, minyak goreng, dan tepung.

Riset Kemensos menunjukkan, masih banyak masyarakat miskin yang tetap tidak mampu membeli bahan kebutuhan pokok seperti beras meski sudah disubsidi oleh pemerintah.

No Comments

Post A Comment