Kader Bangsa Fellowship Program

PREVIOUS PROGRAM

Previous Program

Sejak tahun 2011, Perkumpulan Kader Bangsa telah mencetak 8 angkatan kader bangsa yang kini berkiprah menjadi pemimpin komunitas, pemimpin di sejumlah institusi baik di tingkat daerah maupn nasional. Peserta dan alumni Kader Bangsa berasal dari Aceh sampai Papua, terdiri dari pelbagai suku, etnis dan agama, serta latar belakang profesi publik yang beragam: mulai dari akademisi, jurnalis, birokrasi, aktivis, peneliti, pegiat komunitas kreatif, budayawan, santri dan pemimpin pesantren, pemimpin organisasi masyarakat, perwira muda di institusi TNI dan Polri, serta wirausaha muda/entrepreneur.

Perkumpulan Kader Bangsa telah membuktikan diri sebagai pionir dalam merajut kebersamaan dan kerja sama dalam sebuah setting masyarakat majemuk sebagaimana Indonesia. Para pemimpin muda alumni Kader Bangsa kemudian saling membangun jaringan berskala nasional yang bernilai strategis dalam mendorong isu-isu perubahan. Kader Bangsa berada digarda depan dalam mendorong keterlibatan anak muda, menjaga kohesi, membangun kehidupan publik yang bersih dan anti korupsi, menjaga independensi, kapasitas dan integritas, memelihara keberagaman, melawan radikalisme sekaligus membangun bangsa melalui inistiatif-inisiatif mandiri.

Tokoh nasional yang pernah berkolaborasi sebagai mentor dan narasumber program Kader Bangsa antara lain: Ir. H. Joko Widodo, Prof. Dr. Mahfud MD, Garin Nugroho, Dr Yudi Latif, Dr Sukardi Rinakit, Jend. TNI Purn. Luhut B. Pandjaitan, Letjen TNI Purn. Agus Widjojo, Dr. Muslim Abdurahman (alm.), Khofifah Indar Parawansa, Ir. H. Aburizal Bakrie, Prof. Dr Kacung Marijan, Dimas Oky Nugroho Ph.D, Dr J Kristiadi dan Airlangga Hartanto, Abdullah Azwar Anas, S.Pd., S.S., M.Si, Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc, Ir. H. Mohammad Ramdhan Pomanto.

Pelaksanaan Program Kader Bangsa​

Angkatan I : Jakarta, 2011

Pertama kali KBFP dilaksanakan pada tahun 2011 di Jakarta. Diikuti oleh anak-anak muda Indonesia dari Aceh hingga Papua yang memiliki ketertarikan terhadap isu pendidikan. Sehingga di Angkatan 1 ini peserta terdiri dari akademisi-akademisi muda Indonesia. Menghadirkan narasumber mulai dari Prof. Dr. Mahfud MD, Letjen. TNI (purn) Agus Widjojo dan Dr. Muslim Abdurrahman.

Angkatan II : Jakarta, Maret 2012

Pertama kali KBFP dilaksanakan pada tahun 2011 di Jakarta. Diikuti oleh anak-anak muda Indonesia dari Aceh hingga Papua yang memiliki ketertarikan terhadap isu pendidikan. Sehingga di Angkatan 1 ini peserta terdiri dari akademisi-akademisi muda Indonesia. Menghadirkan narasumber mulai dari Prof. Dr. Mahfud MD, Letjen. TNI (purn) Agus Widjojo dan Dr. Muslim Abdurrahman.

Angkatan III : Yogyakarta, Juli 2012

Program ketiga dilaksanakan di Yogyakarta pada Juli 2012. Dengan semangat yang sama, peserta dari program ketiga ini adalah anak muda Indonesia yang mereka merupakan aktivis, LSM, organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, jurnalis dan tokoh muda. Narasumber yang hadir dalam program ketiga ini adalah Ir. H. Joko Widodo, Letjen TNI (purn) Agus Widjojo, Prof. Dr. Pratikno, Prof. Dr. Gunawan Sumodiningrat.

Angkatan IV : Solo, September 2012

Solo menjadi kota yang dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program Angkatan IV, September 2012. Diikuti oleh anak muda dari berbagai latar belakang mulai dari pegiat komunitas kreatif, aktivis, organisasi masyarakat, LSM, budayawan, penulis dan pegiat film. Tokoh bangsa yang berpartisipasi menjadi narasumber yaitu Garin Nugroho, Jend. TNI (purn) Luhut Binsar Pandjaitan, FX Hadi Rudyatmo.

Angkatan V : Jakarta, April 2013

Program angkatan V kembali diselenggarakan di Jakarta pada April 2013. Diikuti oleh anak muda Indonesia yang aktif sebagai Senat Mahasiswa, Aktivis, pegiat komunitas kreatif, politisi muda, start up, wirausaha muda, pegiat IT, penelitia dan pengurus organisasi masyarakat anak muda. Hadir sebagai narasumber dalam angkatan V ini yaitu Ir. H. Aburizal Bakrie, Haris Azhar, Dr. Philip Vermonte, Ir. H. Airlangga Hartarto.

Angkatan VI : Jakarta, 30 Juli – 5 Agustus 2017

Program yang keenam berlangsung di Jakarta pada 30 Juli hingga 5 Agustus 2017. Diikuti oleh anak muda dari Aceh hingga Papua yang berlatar belakang akademisi, peneliti, kepala daerah muda, politisi, jurnalis, wirausaha, pegiat ekonomi kreatif, aktivis LSM dan gerakan sosial. Turut berpartisipasi sebagai pembicara Khofifah Indar Parawansa, Ir. H. Airlangga Hartarto, Dr. Yudi Latif, Haris Azhar, Angga Dwimas Sasongko, JJ Rizal, Jen TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan, Iwan Setiawan, Dr. Airlangga Pribadi.

Angkatan VII : Jakarta, 7 – 11 Februari 2018

Tema besar  Angkatan 7 dilakukan berdasarkan riset dan tren yang sedang berkembang di kalangan anak muda dan sosial media. Seiring berkembangnya teknologi, khusunya peralihan teknologi analog ke digital. Internet dengan berbagai macam platformnya telah menjadi gaya hidup baru bagi masyarakat bahkan berkembang  digabungkan menjadi satu platform yang sama. Maka dari itu,  Angkatan 7 mengangkat tema “Merajut Konvergensi Media, Membangun Masa Depang Bangsa”.

Konsep acara  Angkatan 7 disepakati dengan mengumpulkan 50 pemuda-pemudi terbaik daru Aceh hingga Papua dari berbagai aktivitas sosial politik, ekonomi dan budaya dengan kisaran usia 25-35 tahun melalui tahapan seleksi yang ketat.

Angkatan 7 dilaksanakan di Jakarta selama 5 hari pada tangggal 7 – 11 Februari 2018 dengan menghadirkan pembicara dari berbagai latar belakang antara lain para ahli, tokoh, pakar, akademisi, praktisi ekonomi, praktisi media, aktor masyarakat sipil dan aktor negara.

Metode kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pelatihan dan pemaparan materi dengan pendekatan audiensi, seminar, diskusi panel, workshop dan Forum Group Discussion (FGD).

Mentor yang menjadi narasumber adalah Susi Pudjiastuti, Dr. Yudi Latif, Martin Hartono, Jend TNI (Purn) Moeldoko, Wisnu Nugroho, Iwan Setiawan, Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo, Dr. Mahmud Syaltout, Berly Martawardaya.

Angkatan VIII : Jakarta, 1 – 5 Oktober 2018

Berangkat dari kegelisahan dan semangat untuk memperkuat keterlibatan anak muda di bidang politik. Terlebih dengan mempertimbangkan konteks disrupsi teknologi di mana anak-anak muda berdialektika sebagai warga digital. Situasi tersebut memunculkan persoalan-persoalan yang khas, yang tidak selalu mampu dipetakan oleh generasi tua. Apalagi, Indonesia diberkahi sekaligus diuji dengan bonus demografi yang melimpah.

Dibutuhkan penguatan kapasitas di satu sisi dan integritas di sisi lain bagi para anak muda, sehingga mereka bisa membangun peradaban politik dan demokrasi yang mampu memperkuat narasi kebangsaan dan keterwujudan cita-cita kesejahteraan sosial. Selain bahwa mereka mesti dipertemukan dalam suatu situasi kolaborasi yang kondusif dan suportif sehingga dapat tercipta jejaring creative minority yang bersemangat muda dan menawarkan pembaharuan ke arah perbaikan.

Atas dasar itulah Angkatan 8 menyasar anak muda yang telah ditetapkan lolos sebagai calon legislatif baik itu di tingkat kabupaten/kota, provinsi, maupun nasional. Semangat berkontribusi dalam politik praktis tentu perlu diapresiasi, tetapi semangat saja tidak cukup. Anak-anak muda yang diberkahi idealisme ini mesti pula dibekali pengetahuan (knowledge), keterampilan (skills), dan akhlak (attitude). Tidak hanya menyoal (pendidikan) politik tetapi lebih dari itu juga soal nasionalisme, kewarganegaraan, kebudayaan, kepemimpinan, hingga public speaking dan personal branding.

Dilaksnakan di Jakarta pada 1 hingga 5 Oktober 2018 yang dihadiri oleh tokoh bangsa dan politik yang menjadi narasumber yaitu Berly Matawardaya, M.Sc., Dr. Yudi Latif, Dr. Siswo Pramono, Hadar Nafis Gumay, Yohan Wahyu Irianto, Hasan Ubaid, M.IP., Fahd Pahdepie, Muhamad Nur Arifin, Dr. Denni Puspa Purbasari, Sobar Budiman, JJ Rizal, Bakhtiar A. Sibarani, Diah Pitaloka, Prof. ‘Buya’ Ahmad Syafii Maarif, Frandy Wirajaya Sugianto, Indra Bigwanto, Daniel Zuchron, Dahlia Umar, Abdurrahman Mohammad Fachir dan Wisnu Nugroho.

Pelaksanaan Program Indonesian Young Leaders Exchange Program

Batch I      : Singapura, 21-24 April 2019

Batch II     : Melbourne, 10-14 Septeember 2019